(Bagian I)
Proses penciptaan manusia secara umum sama saja, baik penciptaan laki-laki maupun penciptaan perempuan, termasuk ‘Isa dan Adam. Berbagai macam pendapat orang tentang proses penciptaan manusia pertama seperti Adam. Ada yang mengatakan bahwa manusia pertama adalah Adam, yang diciptakan dari tanah (min turoob). Menurut keterangan ayat-ayat yang akan diungkapkan berikutnya di bawah ini, bahwa semua manusia mengalami proses penciptaan yang sama, tidak terkecuali Adam. Semua dari turoob, yang diterjemahkan dengan kata tanah. Bagaimana prosesnya dari tanah, menjadi manusia, mari kita perhatikan rangkaian ayat-ayat yang diungkapkan di bawah ini, yang terkait dengan proses penciptaan tersebut. Pendapat lain yang sangat populer tentang proses penciptaan manusia, ialah pendapat yang dikemukakan oleh Darwin. Dengan teori evolusinya tentang kejadian manusia, Darwin, cukup banyak menarik pembaca ingin tahu, tentang proses kejadian manusia seperti Adam, yang merupakan proses lanjutan dari hewan, sejenis kera, yang semakin lama, semakin sempurna bentuknya. Dengan dikemukakannya ayat-ayat secara berangkai, anda para pembaca sekalian dapat menyimpulkan sendiri dari apa, dan bagaimana peroces terjadinya manusia, termasuk Adam. Untuk iru sebaiknya anda membaca terus tulisan ini sampai selesai.
DARI APA MANUSIA DICIPTAKAN DAN BAGAIMANA PROSESNYA?
Jawabannya ada pada rangkaian ayat-ayat berikut dibawah ini. Dalam Surat ‘ABASA Ayat 18 dan 19 Allah menjelaskan sebagai berikut :
ô`ÏB Ädr& >äóÓx« ¼çms)n=yz ÇÊÑÈ `ÏB >pxÿôÜR ¼çms)n=yz ¼çnu£s)sù ÇÊÒÈ
18. Dari apakah Allah telah menciptakan manusia ?
19. Allah telah menciptakan manusia dari setetes air mani. Maka proses selanjutnya Allahlah yang menentukannya.
Selanjutnya Surat ATH-THORIQ Ayat 5, 6, 7 menjelaskan sebagai berikut :
ÌÝàYuù=sù ß`»|¡RM}$# §NÏB t,Î=äz ÇÎÈ t,Î=äz `ÏB &ä!$¨B 9,Ïù#y ÇÏÈ ßlãøs .`ÏB Èû÷üt/ É=ù=Á9$# É=ͬ!#u©I9$#ur ÇÐÈ
5. Maka perhatikanlah dari unsur apakah dia/manusia diciptakan?
6. Dia/manusia diciptakan dari air yang terpancarkan,
7. Yang keluar/terpancar dari tulang belakang/sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan.
Surat AD-DAHR/AL-INSAAN Ayat 2 menambah penjelasan tersebut diatas.
$¯RÎ) $oYø)n=yz z`»|¡SM}$# `ÏB >pxÿôÜR 8l$t±øBr& ÏmÎ=tGö6¯R çm»oYù=yèyfsù $JèÏJy #·ÅÁt/ ÇËÈ
2. Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur [bercampurnya antara seperma laki-laki dengan sel telur perempuan] yang dengannya Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), Karena itu Kami jadikan padanya pendengaran dan penglihatan.
Betapapun Allah telah menjelaskan mengenai proses penciptaan manusia, tidak ada seorangpun dari manusia dapat menciptakan manusia lainnya, kecuali sejenis robot. Hai ini karena proses penciptaan manusia, tidak meninggalkan bekas apa pun yang dapat diexperimenkan. Dengan begitu manusia tidak dapat menciptakan manusia lainnya, berdasarkan hasil experiment. Hal ini diterangkan dalam Surat AD-DAHR/AL-INSAAN Ayat 1 sebagai berikut :
ö@yd 4tAr& n?tã Ç`»|¡SM}$# ×ûüÏm z`ÏiB Ì÷d¤$!$# öNs9 `ä3t $\«øx© #·qä.õ¨B ÇÊÈ
1. Bukankah telah datang atas manusia satu periode/masa, sedang dia pada periode/ketika itu, belum merupakan sesuatu/tidak meninggalkan bekas suatu apapun yang dapat diexperimenkan/bekas yang dapat diuji coba ?
Begitupun proses penciptaan ‘Isa dan Adam, sama halnya dengan proses penciptaan manusia pada umumnya, yakni proses bercampurnya air mani, kehamilan dan kelahiran. Surat ALI-‘IMRON menjelaskan sebagai berikut :
cÎ) @sVtB 4Ó|¤Ïã yZÏã «!$# È@sVyJx. tPy#uä ( ¼çms)n=yz `ÏB 5>#tè? ¢OèO tA$s% ¼çms9 `ä. ãbqä3usù ÇÎÒÈ
59. Sesungguhnya proses (penciptaan) ‘Isa menurut keterangan Allah didalam Al-Qur’an sama halnya seperti proses (penciptaan) Adam. Allah telah menciptakan Adam dari rumusan zat-zat yang bersumber dari tanah, Kemudian Allah berfirman : "bahwa Kami telah merealisasikannya proses penciptaan seorang manusia sesuai dengan yang direncanakan.
Dalam Surat MARYAM Ayat 22 dan 23 menjelaskan bahwa Maryam hamil dan melahirkan ‘Isa. Dengan demikian karena proses penciptaan ‘Isa sama dengan proses penciptaan Adam, maka Adampun dilahirkan, sebagaimana halnya dengan ‘Isa yang dilahirkan. Ibunya Isa hamil, maka selayaknyalah ibu Adampun hamil, kemudian Adampun dilahirkan, walaupun Allah tidak menyebutkan siapa bapaknya Adam. Mari kita perhatikan ayat-ayat tersebut dibawah ini !
* çm÷Gn=yJyssù ñVxt7oKR$$sù ¾ÏmÎ/ $ZR%s3tB $|ÅÁs% ÇËËÈ $yduä!%y`r'sù ÞÚ$yyJø9$# 4n<Î) ÆíõÉ` Ï's#÷¨Z9$# ôMs9$s% ÓÍ_tFøn=»t MÏB @ö6s% #x»yd àMZà2ur $\ó¡nS $wÅ¡Z¨B ÇËÌÈ
22. Maka Maryam mengandungnya (mengandung “Isa), lalu ia pindah/menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.
23. Maka karena rasa sakit akan melahirkan (‘Isa) anaknya, memaksa ia (bersandar) pada sebatang pangkal pohon kurma, sambil dia berkata: "Aduhai, alangkah baiknya Aku mati sebelum ini, dan Aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan orang".
